The Role Of Corporate Secretary In Modern Organizations

Senior Trainer BMG Institute

Senior Trainer BMG Institute

Corporate Secretary

Deskripsi

Peran Corporate Secretary dalam organisasi modern telah berkembang menjadi fungsi strategis yang tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga pada penguatan tata kelola, kepatuhan, dan keberlanjutan perusahaan. Corporate Secretary menjadi simpul penghubung antara Direksi, pemegang saham, regulator, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memastikan seluruh proses korporasi berjalan sesuai kerangka hukum dan etika bisnis.

Pelatihan ini dirancang untuk membantu para profesional memahami peran Corporate Secretary secara komprehensif, mulai dari pengelolaan dokumentasi korporasi, penyelenggaraan rapat perusahaan, hingga pengawasan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal dan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Selain itu, peserta akan dibekali pemahaman mengenai pengelolaan risiko dan sistem pengendalian internal sebagai bagian dari tanggung jawab strategis Corporate Secretary.

Melalui pendekatan praktis dan berbasis regulasi, program ini membantu peserta memperkuat fungsi Corporate Secretary sebagai penjaga integritas tata kelola perusahaan, pendukung pengambilan keputusan Direksi, serta pengelola transparansi dan akuntabilitas perusahaan di lingkungan bisnis yang semakin kompleks.

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Mengidentifikasi berbagai bentuk risiko yang melekat pada aktivitas operasional perbankan
  • Mengenali potensi kejadian operasional yang dapat menimbulkan kerugian, termasuk risiko fraud, gangguan sistem, dan risiko eksternal
  • Memahami pentingnya kesesuaian proses operasional dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku
  • Menerapkan pendekatan manajemen risiko operasional secara sistematis dan terukur
  • Memahami kerangka Basel II dalam pengelolaan risiko operasional perbankan
  • Mengintegrasikan praktik terbaik manajemen risiko operasional ke dalam aktivitas kerja sehari-hari

Melalui pelatihan ini, peserta dan organisasi akan memperoleh manfaat berupa:

  • Peningkatan kemampuan dalam mengenali dan memetakan risiko operasional
  • Penguatan sistem pengendalian risiko operasional
  • Peningkatan kepatuhan terhadap standar dan regulasi perbankan
  • Optimalisasi pengelolaan risiko terkait sistem dan teknologi informasi
  • Penurunan potensi kejadian fraud dan penyalahgunaan wewenang
  • Dukungan terhadap stabilitas operasional dan keberlanjutan bank
  • Pengembangan keterampilan pengambilan keputusan berbasis risiko
  • Pemahaman yang lebih komprehensif mengenai manajemen risiko operasional

Pelatihan ini ditujukan bagi profesional perbankan yang terlibat dalam fungsi risiko, kepatuhan, dan operasional, antara lain:

  • Manajer dan staf manajemen risiko
  • Personel unit kepatuhan
  • Analis risiko
  • Manajer dan staf operasional
  • Staf teknologi informasi
  • Auditor internal
  • Manajer keamanan dan pengendalian internal
  • Eksekutif dan anggota dewan
  • Karyawan baru pada fungsi risiko dan kepatuhan

Program pelatihan disampaikan melalui pendekatan pembelajaran interaktif yang mencakup:

  • Penyampaian materi terstruktur
  • Diskusi kelompok terarah
  • Workshop berbasis praktik
  • Simulasi dan role-play
  • Analisis studi kasus perbankan
  • Sesi tanya jawab
  • Simulasi kerangka manajemen risiko
  • Evaluasi dan umpan balik
  • Penyediaan materi pendukung dan referensi
  • Pendampingan selama proses pembelajaran

Pengantar Risiko dan Risiko Operasional

  • Konsep dasar risiko dalam konteks perbankan
  • Karakteristik dan ruang lingkup risiko operasional

Kasus Risiko Operasional di Industri Perbankan

  • Pembahasan contoh kasus risiko operasional
  • Pembelajaran dari kegagalan dan praktik pengelolaan risiko

Jenis-Jenis Kegagalan Operasional Bank

  • Risiko sumber daya manusia (people risk)
  • Risiko proses dan aktivitas operasional
  • Risiko sistem dan teknologi informasi
  • Risiko yang berasal dari pihak eksternal
  • Risiko akibat kejadian bencana alam

Komponen Utama Manajemen Risiko Operasional

  • Kerangka kebijakan risiko operasional
  • Identifikasi risiko dalam proses bisnis
  • Pendekatan pengukuran risiko operasional
  • Pengelolaan eksposur risiko
  • Mekanisme pelaporan risiko
  • Analisis risiko dan peran economic capital

Risiko Operasional dan Risk Capital

  • Keterkaitan risiko operasional dengan kebutuhan modal
  • Pendekatan pengelolaan modal berbasis risiko

Model Risiko Operasional Mengacu Basel II

  • Basic Indicator Approach (BIA)
  • Standardized Approach (TSA)
  • Advanced Measurement Approach (AMA)

Value-at-Risk (VaR) untuk Risiko Operasional

  • Konsep VaR dalam pengukuran risiko operasional
  • Pemanfaatan VaR dalam pengambilan keputusan

Risk and Control Self-Assessment (RCSA)

  • Peran RCSA dalam kerangka manajemen risiko
  • Tahapan pelaksanaan RCSA yang efektif

Strategi Mitigasi Risiko Operasional

  • Program pencegahan risiko
  • Program pengurangan dampak risiko
  • Pelaporan dan pemetaan risiko operasional
  • Penyusunan profil risiko dan pengelolaan data risiko
Bagikan outline ini

Informasi Pelaksanaan

Jadwal Selanjutnya
  • 6-7 April 2026
  • 11-12 Juni 2026
  • 8-9 Juli 2026
  • 8-9 Oktober 2026
  • 23-24 November 2026
09:00 -
17:00

*Harga belum termasuk PPN

Informasi Pelaksanaan

09:00 -
15:00

*Harga belum termasuk PPN

In-Class Training

  • 6-7 April 2026
  • 11-12 Juni 2026
  • 8-9 Juli 2026
  • 8-9 Oktober 2026
  • 23-24 November 2026

*Harga belum termasuk PPN

Bagikan outline ini

Pelatihan lainnya

Running
Running

Rp 4.850.000

Running
Running

Rp 4.850.000

Running
Running

Rp 4.850.000

Running
Running

Rp 4.850.000

Scroll to Top

Formulir Pendaftaran

*Kelas online tidak tersedia untuk beberapa program sertifikasi BNSP
=