Perbedaan termin pembayaran dalam transaksi bisnis kerap menimbulkan tekanan terhadap likuiditas perusahaan. Di sisi lain, piutang usaha yang belum jatuh tempo sering kali menyimpan potensi pendanaan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Account Receivable Financing hadir sebagai instrumen pembiayaan yang memungkinkan perusahaan mempercepat perputaran kas tanpa harus menunggu pelunasan dari pembeli.
Bagi lembaga keuangan, pembiayaan berbasis piutang merupakan produk kredit yang tidak hanya mendukung kebutuhan modal kerja nasabah, tetapi juga membuka peluang pengembangan portofolio pembiayaan yang lebih terdiversifikasi. Namun demikian, karakteristik risiko, struktur transaksi, serta pola bisnis debitur menuntut pemahaman yang komprehensif dari sisi analisis dan pengelolaan risiko.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai model bisnis account receivable financing, mulai dari pemahaman konsep, identifikasi peluang pembiayaan, hingga pengelolaan risiko kredit. Peserta akan dibekali kerangka analisis yang aplikatif agar mampu memahami, menilai, dan mengimplementasikan pembiayaan piutang secara lebih terstruktur dan prudent.