Seiring meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan terhadap fungsi audit internal, kualitas dan konsistensi pelaksanaan audit menjadi faktor krusial. Kerangka International Professional Practices Framework (IPPF) yang dikembangkan oleh Institute of Internal Auditors (IIA) menempatkan evaluasi mutu audit internal sebagai mekanisme penting untuk menjaga kesesuaian dengan standar profesi dan kode etik internasional.
Program pelatihan ini difokuskan pada pemahaman dan penerapan Internal Audit Quality Through Assurance Reviews sebagai sarana evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas fungsi audit internal. Peserta akan diajak memahami bagaimana proses penilaian mutu, baik internal maupun eksternal, dapat digunakan untuk memperkuat peran audit internal dalam memberikan assurance dan advisory yang bernilai bagi dewan direksi dan manajemen puncak.
Lebih dari sekadar kewajiban kepatuhan, pelaksanaan quality review yang terstruktur membantu unit audit internal meningkatkan kredibilitas, mengidentifikasi area pengembangan, serta membangun kapabilitas sebagai mitra strategis organisasi. Pelatihan ini juga mengaitkan pendekatan quality assurance dengan kerangka governance, risk, and compliance (GRC) untuk memastikan keberlanjutan peningkatan mutu audit internal.
Materi disampaikan secara bilingual (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) guna mendukung pemahaman konseptual sekaligus kesiapan implementasi dalam konteks profesional.
Rencana Strategis Fungsi Audit Internal
Untuk mencapai peningkatan kualitas yang berkelanjutan, fungsi audit internal perlu memiliki arah strategis yang jelas, antara lain melalui:
Komitmen Organisasi terhadap Peningkatan Mutu
- Penyelarasan persepsi dan dukungan manajemen terhadap kualitas audit internal.
- Penetapan peran dan tanggung jawab dalam menjaga standar profesional.
Penerapan Program Quality Assurance yang Terstruktur
- Perancangan program penjaminan mutu yang sistematis dan terdokumentasi.
- Integrasi quality assurance ke dalam aktivitas audit rutin.
Pengembangan Pola Pikir Proaktif dan Visioner
- Penyusunan protokol kerja yang mendorong audit internal berpikir ke depan.
- Penguatan peran audit internal dalam mengantisipasi risiko dan perubahan bisnis.
Evaluasi Eksternal Berbasis Benchmarking
- Pelaksanaan penilaian independen dengan mengacu pada praktik terbaik.
- Pemanfaatan hasil benchmarking sebagai dasar penyempurnaan fungsi audit.
Tindak Lanjut Perbaikan Berbasis Prioritas
- Penyusunan rencana aksi berdasarkan temuan evaluasi mutu.
- Penetapan skala prioritas untuk peningkatan kinerja audit internal.
Sistem Penilaian Berkelanjutan
- Pengembangan mekanisme evaluasi internal secara periodik.
- Pemantauan efektivitas audit internal dari waktu ke waktu.